BLOGGER TEMPLATES Funny Pictures

Sabtu, 21 Januari 2012

Pengalamanku mendalami pengertian KEMATIAN & Seorang BUNDA sejenak Dalam Liburku



 Terdengar kata BUNDA memang tak asing bagi kita. Apa lagi mengerti pekerjaannya, kita lihat setiap hari,bahkan setiap saat . namun apakah kita pernah meluangkan waktu sejenak untuk mengenali BUNDA & KEMATIANmu??. Aku sengaja menulis pengalaman ini untuk kalian pahami akan maksudku yang ku tulis di atas tadi.

LIBURAN  DIRUMAH

               Liburan semester gasal yang sangat membosankan, karena semua orang pergi untuk refreshkan fikiran, namun ku hanya terdiam dalam rumah. Tak ada kegiatan yang ku lakukan selain baca novel dan terlelap tidur,freak….

Sesekali ku hanya melihat pemandangan didepan rumah yang penuh orang berlalu lalang lewat. Ku pahami inci demi inci apa yang mereka lakukan. Bahkan seperti bak detective saja aku ini. Jadi ikut-ikutan prinsip hoby yang aneh “ mempelajari sesuatu yang tidak penting”, terkadang ku pahami apa kesalahan yang ku punya sehingga hasil raport yang kuterima bisa dapatkan hasil yang tidak maksimal.

PENERIMAAN RAPORT

               Hari itu adalah hari yang sangat terburuk buatku, terang saja karena pada hari itu adalah penerimaan raport semester gasal untukku. Biasanya jika penerimaan raport aku dapat tersenyum bahagia akan pujian yang kuterima , akan prestasi yang ku dapat, tapi itu tak aku dapatkan tahun ini, karena hasil yang terburuk yang ku terima. Bkan karena nlai di black list oleh guru namun karena hasilku selama setengah tahun ini sia- sia. Ku pahami apa yang terjadi di diriku yang membuat nilaiku menunjukkan akan kemalasanku. Ku coba akan pahami semester genap nanti. Yang tak habis fiikir ayahku ( abah Arif ) bagai kecewa dengan hasil nilaiku. Tak selesai di situ saja. Amarah aku dapatkan di rumah.orang tuaku marah besar akan hal ini. Bunda pun begitu, sesuatu yang tak ku duga Bunda tiba- tiba membentakku,  padahal aku tak pernah melihat Bunda sekecewa ini padaku.

MEMAHAMI SANG BUNDA

               Karakter yang sangat membingungkan untukku, makanya liburan kemarin aku luangkan waktu sejenak untuk melihat keadaan BUNDAku. Seorang Bunda mungkin taka sing lagi buat kita, namun beliau masih asing untukku, kenapa? Aku bak “BURUNG YANG TAK BAHAGIA WALAU PUNYA SANGKAR YANG TERBUAT DARI EMAS” . kasih sayang yang sudah lama hilang seiringnya hari ayah meningggal untuk selamanya, kasih sayang itu bak hilang seketika. Semua tak pernah punya sejenak wakt untukku,  pahami keadaanku. Mereka sibuk akan pekerjaan mereka. Aku hidup seperti sendiri ,tumbuh dengan pengalaman yang ku cari sendiri.orang tuaku hanya mengajarkan akan “INTROPEKSI” dasar yang  harus ku punya saat ini. Semua materi ku nikmati, semua yang ku minta pasti ada, hanya satu hal yang tak kupunya ‘ kasih sayang setiap saat” kesepian itu judul itu yang ku buat dalam judul hidupku.

Namun ku pahami inci demi  inci , ternyata bukan segitu kejamnya itu bundaku karena dia juga menyayangiku, liburan kemaren aku baru tau arti seBuah Indung . Bunda memberikan kasih sayang itu berbeda- beda, walau Bunda tak pernah punya waktu untukku, namun ternyata dia masih sayan denganku,terlihat dengan belaian lembut ketika tidurku terlelap, ku dengar tangisannya tengah malam berdoa, didalam dido’aku ku dengar namaku, seuah keajaiban yang harus ku mengerti. Mulai sekarang ini ku pahami sepiku dengan senyuman. I LOVE U MOM and I MISS U DAD.

KEMATIAN

               Hari liburku telah ku lewati, hari ke enam liburku, jadwal hari itu harus ambil ronsen di RS KELET, semoga hasilnya tak kan menakutkan, namun di tengah perjalanan terdengar hpku berbunyi.  Terdengar kabar yang mengenaskan ,jika Pamanku meninggal ‘innalilahiwainnailaihiraji’un”, terburu ku menju Bangsri  mana pamanku tinggal , samapainya di situ banyak air mata yang menangisi akan jasad yang sudah terbujur kaku.  Ku pelajari akan kematian yang harus ku jalani besok ,nanti maupun sekarang.

KEMATIAN yang aku lihat sekarang bukan karena kesalahan namun akan adanya takdir, di hari itu semua penyadaran dan intopeksi terjadi. Tobatkan aku akan dosaku, sadarkan aku akan kesalahanku,  semoga KEMATIANKU memberikan arti.

0 komentar: