Tenang dalam jerat ancaman
Dingin menjerat disekililing api
Dan masih dalam keheningan yang sepi
sakit yang kurasa kusimpan dalam lubuk dalam hati pun sudah curam
robekan hati ini tak kan mampu mengubah cerita
yang engkau hantamkan ke dalam nestapa
air mata yang mampu menjadi saksi
ketika kepergianmu membawa perih
halaman yang aku tulis hanya sebuah petuah
menjadi ejaan kecil dalam langkah
remuk semua janji yang penuh cahaya dulu
kini semua hanya tinggal kenangan masa lalu
aku bertahan diatas bongkahan batu
yang menjerami aku dengan kerasnya waktu
iringan jemari tanganku mampu membekukan
haluan tetesan air yang keluar dari mataku
mampukah zaman kan berakhir jadi debu
jadikanku manusia yang yang pilu
Maluku karena tak mampu menahan keegoisanku
Bodohnya aku karena tak mampu membunuhnya
Sakitku karena jeratan penghianatannya
Kematianku ketika ku melihat kepergiannya
Malam ..gelapmu jadi teman
Bintang…engkau kan jadi harapan
Bulan …sinarmu menjadi kenangan
Cinta… kau yang hanya mampu menghancurkan


0 komentar:
Posting Komentar