Yang mampu buatku hanya merengkuh
Tatapan yang hanya dapat memberikah perih
Kejelianku pun tak menyadarkan dengan rasa risih
Genggaman tangan yang kau ulurkan
Kan menjadi duri yang menyakitkan
Kebersamaanku dengan sepi
Menjadi akhir cerita yang fiksi
Pelarianku dalam menghitung jejak langkah
Menjadikan senja menyentuh angan yang lelah
Nada keluhku terdengar lirih
Yang menaburkan benih-benih
Andaikan kau tau perasaanku padamu
Waktu yang beralalu saemakin menggebu
Aku sayang kamu dan cuman kamu
Namun aku cuman bagaikan sebuah debu
Genggam erat tanganmu bukanlah untukku
Apakah kan ku relakan engkau untuk sahabatku
Sakit yang menyisakkan letupan air yang keruh
Menjanjikan kejamnya cinta dengan kata pasrah
Relung nestapa yang disapu derita
Hanya aku dan air mata yang mampu mengerti
Lirikan yang tak pernah aku berikan arti
Aku yang tak mampu mengetahui apa ungkapan sejati
Ku tau filsafah suatu perbedaan
Penyesalan yang hadir diakhir keinginan
Pembukaan mataku tuk mengubah semua keheningan
Akhir hitungan dari sebuah penantian


0 komentar:
Posting Komentar